Adu Hebat iPhone Generasi Terlama hingga yang Terbaru!

Sejak diperkenalkan tahun 2007 lalu, Apple iPhone seolah menjadi benchmark baru smartphone di dunia. iPhone pun telah berkembang dan diluncurkan lebih dari 10 tipe. Kira-kira kalau diadu di tahun 2016 sekarang, siapa yang paling hebat dan masih bertaringkah iPhone generasi lama?

apple-iphone-all-series (18)

Bersumber dari Everything Apple Pro, dilakukan pengujian seluruh generasi dan tipe iPhone dari pertama kali diluncurkan hingga sekarang tulisan ini dibuat. Mulai dari iPhone 2G, iPhone 3G, iPhone 3GS, iPhone 4 yang terkenal dengan death grip-nya, iPhone 4S, iPhone 5, iPhone 5S, iPhone 6 yang terus membesar, kemudian iPhone 6 Plus yang berukuran besar, hingga iPhone 6S, iPhone 6S Plus, dan terakhir iPhone SE.

Di-test secara bersama-sama, dengan OS terakhir yang mampu didukung secara official oleh iPhone yang bersangkutan. iPhone generasi awal stuck di iOS 4, iPhone 3GS di iOS 6, iPhone 4S di iOS 7, sedangkan sisanya yang lebih baru masih mendukung hingga iOS 9 terbaru. Mari kita bandingkan!

Desain Fisik

Sejatinya pada saat diperkenalkan pertama kali tahun 2007, iPhone diciptakan sebagai sebuah perangkat handphone layar sentuh yang ramah digenggam di tangan. Masih ingat kalau pada saat dipresentasikan Steve Jobs, iPhone generasi pertama merupakan sebuah perangkat telepon revolusioner berukuran 3,5 inch yang mudah digunakan hanya dengan sentuhan jari. Berbeda dengan perangkat layar sentuh pada saat itu (PDA, Personal Digital Assistant) yang mengharuskan penggunaan stylus.

apple-iphone-all-series (20)

Ya, iPhone hadir membawa tren baru dengan penggunaan layar capacitive yang jauh lebih responsif dan hanya bisa disentuh dengan jari manusia. User interface iOS-nya juga dibuat dalam icon dan ukuran yang besar-besar sehingga tidak bisa perlu lagi menggunakan stylus atau alat bantu saat mengoperasikan. Bandingkan dengan PDA yang pada saat itu menggunakan sistem operasi Windows Mobile, yang tentunya masih ribet dengan adanya Start menu dan tulisan-tulisan kecil, serta layar sentuh berjenis resistive yang butuh ditekan lebih dalam untuk dieksekusi.

iPhone di masa Steve Jobs tetap berdesain dan berukuran hampir sama. Dengan mempertahankan idealismenya, lahir generasi iPhone 3G, 3GS, 4 dan 4S dengan layar 3.5 inch yang kecil, ringkas, dan nyaman dalam genggaman.

apple-iphone-all-series (5)

Kemudian sepeninggal Steve Jobs, ukuran iPhone semakin membesar. Mulai dari iPhone 5 dan 5S dengan layar 4 inch. Hingga seterusnya iPhone 6 series yang terus membengkak dengan 4.7 inch dan iPhone 6 Plus dengan 5.5 inch. Dalam hal ini, ga tahu deh bagaimana komentar mendiang Steve Jobs kalau masih ada meski memang tren pasar berubah ke arah smartphone berlayar lebar.

Sedangkan untuk bentuk desain, ya ada perubahan juga sih. Mulai dari desain rounded di iPhone generasi awal, kemudian agak bersiku di generasi iPhone 4 dan 5, kemudian kembali membulat di iPhone 6 series. Secara umum, desainnya iPhone tetap berciri khas premium dan eksklusif yang selalu menjadikannya panutan vendor-vendor lain.

Starting Up

startup

Semua seri iPhone dijejer dan dimatikan. Untuk mengetahui kecepatan booting siapa yang paling cepat, maka akan di-charge secara serentak karena iPhone memang tidak memungkinkan pengisian daya sambil dimatikan.

Dicolokkan ke USB hub dalam keadaan off dengan kabel pengisian yang masing-masing sudah tertancap di iPhone. Setelah itu, switch on dan mari kita lihat siapa yang menyala pertama kali.

startup

Generasi SE terakhir keluar sebagai pemenang, disusul iPhone 6S Plus dan 6S yang tidak berbeda jauh, kemudian iPhone 6 dan 6 Plus, kemudian iPhone 5S, dan yang paling mengejutkan iPhone 2G generasi pertama keluar sebagai rank ke-7. Tidak buruk-buruk amat. Yang terakhir adalah iPhone 4S, di mana pernah gue pakai dan memang lelet banget performanya terlebih setelah diinstall iOS versi terbaru.

Benchmark

benchmark

Dari sisi pengujian performa dengan metode benchmark, di mana yang kali ini menggunakan aplikasi Geekbench dan dapat diunduh di App Store. Semua iPhone dijalankan aplikasi ini untuk melihat hasil pengukuran performa CPU-nya.

iPhone 2G dan 3G berada di dua posisi terbawah dan hanya memiliki satu core untuk prosesornya. Sedangkan skor tertinggi dicatat oleh adik paling bungsu generasi iPhone yaitu iPhone SE dengan nilai 2550 untuk single core dan 4445 untuk multi-cores.

benchmark

Jadi secara teknis bisa dipastikan bahwa iPhone SE adalah iPhone paling ngebut, yang kemudian disusul 6S bersaudara dengan nilai tidak jauh berbeda.

Wi-Fi Speed Test

wifi speed test

Dalam penggunaan keseharian, perbedaan kecepatan transfer speed Wi-Fi tidak akan begitu kentara. Penyebabnya adalah jarang sekali kita menggunakan jaringan Wi-Fi hingga kecepatan maksimumnya. Apalagi ketika digunakan untuk berinternet ria, yang sangat tergantung kecepatan network dan provider bersangkutan.

Keseluruhan generasi iPhone diuji secara bergantian menggunakan hotspot Wi-Fi yang sama. Untuk pencatatan sendiri menggunakan aplikasi Speedtest dari speedtest.net.

speedtest

iPhone 6S mencatat kemampuan transfer dengan angka tertinggi yaitu 121.3 Mbps. Berbeda tidak banyak dengan 6S Plus, yang disusul iPhone SE dan iPhone 6 series. iPhone 2G tidak terdata karena aplikasi ini tidak lagi mendukung environment iPhone tersebut.

HTML 5 and Browser Performance

html 5 test

Bagaimana dengan kecepatan browser Safari melakukan processing dan rendering web berbasis HTML 5 di masing-masing iPhone? Optimalisasi hardware dan software browser ini akan berpengaruh terhadap hasil tes.

Tes dilakukan dengan mengakses situs html5test.com dan secara otomatis hasilnya akan ditampilkan.

browser performance

Meski memiliki hardware yang berbeda, ternyata kemampuan dan performa browser Safari dalam memproses HTML adalah sama. Sama dari iPhone 5, 5S, 5C, 6, 6 Plus, 6S, 6S Plus, dan iPhone SE. Dari sudut lain, iPhone 2G lagi-lagi tidak compatible dalam pengujian ini.

Audio Output and Speaker Test

speaker test

Bagaimana dengan keluaran suara speakernya? Metode ini diuji dengan sound meter khusus dengan jarak sekitar 1 inch dari lubang speaker di sisi bawah iPhone.

speaker test

Lagi-lagi iPhone SE keluar sebagai jawara dengan angka 99,6 desibel dari jarak 1 inch. Bandingkan dengan iPhone 4S dengan angka paling kecil. Herannya, kok bisa beda jauh ya antara iPhone 4 dan 4S? Apakah hardware di dalam berbeda secara signifikan atau karena pengaruh software iOS-nya? Entahlah.

Heat Test

heat test

Di masa sekarang, penggunaan smartphone dalam genggaman dengan durasi yang cukup lama sudah menjadi hal lumrah. Bisa jadi untuk main games, streaming, browsing, atau sekadar stalking orang.

Nah, pengujian ini untuk mengukur tingkat suhu yang dihasilkan masing-masing iPhone. Supaya seimbang, pengukuran dilakukan ketika semua iPhone sedang menjalankan benchmark dan menggunakan alat berupa termometer laser + inframerah.

temperature test

Hasil data berada dalam satuan Fahrenheit. Di sisi ini, angka terkecillah yang menjadi pemenang dengan artian, suhunya tidak panas ketika menjalankan aplikasi benchmark. iPhone 2G menjadi pemenang dengan suhu terendah sedangkan iPhone 6 menjadi pecundang dengan suhu tertinggi. Hampir linear perbandingan antara suhu yang dihasilkan dengan spesifikasi yang dikandung.

Camera Quality

camera quality

Alat pencitraan ini sejatinya memang menjadi aspek yang berpengaruh dalam keputusan pembelian handphone sejak awal kemunculannya. Jika dulu orang-orang berpatokan dengan ukuran megapiksel, kemudian kemampuan autofocus, flash, hingga sekarang perbandingan aperture, optik, hingga optical image stabilizer.

Jika kuantitas spesifikasi kamera dapat diukur dan ditulis dalam data, maka lain halnya dengan kualitas foto maupun video yang dihasilkannya. Kualitas bersifat subjektif karena ada sebagian orang yang mungkin suka warna foto sangat tajam dan cerah, dan ada juga yang suka warna foto natural dan alami sebagaimana aslinya.

camera quality

Untuk kuantitas, memang semakin mutakhir maka spesifikasi kamera iPhone juga semakin meningkat. Rasanya unfair jika membandingkan teknologi tahun 2007 dengan 2016 sekarang.

Namun jika bicara kualitas, tidak ada pemenang di sini. Silakan disimpulkan dari potongan foto dengan objek bunga yang sama dengan kecerahan, saturasi, dan detil gambar yang berbeda.

Konklusi

Setiap generasi iPhone memang terus disempurnakan. Rasanya tidak adil jika kita membandingkan generasi terbaru dengan pendahulunya untuk mencari siapa pemenangnya. Namun perbandingan ini lebih bertujuan untuk mengetahui “Apakah iPhone generasi lama ini masih layak untuk digunakan” atau “Apakah saya perlu mengupgrade iPhone baru dibanding iPhone lama ini?”

Apple iPhone memang selalu menjadi trendsetter di masanya. Tidak peduli meski ada kekurangan dan tidak ada yang sempurna, Apple berusaha menciptakan arah baru dalam dunia per-smartphone-an.

apple-iphone-all-series (19)

Kesimpulannya jika elo mempunyai budget yang berlebih, maka dapatkan iPhone generasi terbaru karena sudah pasti lebih baik. Namun jika ingin memiliki iPhone namun berbudget terbatas, model sebelumnya bisa menjadi pilihan tentunya dengan pertimbangan-pertimbangan sebagaimana dikomparasi di atas.

Semoga bermanfaat. Hasta manana!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s