Bakcang? Apakah Itu? Temannya Bakpao?

Banyak sekali yang dari kita yang tidak tahu sejarah bakcang atau 肉粽 (rouzong). Sejarah bakcang/ bacang juga tidak kalah pentingnya dengan sejarah kebudayaan Tionghoa lainnya. Lantas apakah bakcang itu? Temannya bakpao?Bakcang/ bacang sudah menjadi resep yang diwariskan secara turun temurun. Ada berbagai ragam dalam membungkus makanan dengan balutan beras ini.

image

Sejarah Bakcang

Ada banyak versi sejarah bakcang. Yang paling menarik adalah konon pada zaman dahulu, tepatnya Dinasti Zhou, hidup salah seorang menteri bernama Qu Yuan di Negeri Chu yang cinta dengan tanah air dan rakyatnya. Sayangnya ia tidak disenangi oleh kaum kerajaan.

Ia diberhentikan karena tindakannya yang bijaksana malah justru dianggap kotor. Ia pun melompat ke sungai. Setelah rakyat mengetahui kebenaran itu, semua warga pada saat itu melempari nasi, kacang, udang, daging, hingga sayur-sayuran ke dalam sungai agar ikan-ikan tidak memakan jasad sang menteri.

Mereka membungkus makanan itu ke dalam daun kelapa yang panjang dan lebar lalu di ikat dengan tali karena mereka takut naga yang ada di dalam air memakannya.

Apa itu Bakcang?

Bakcang adalah sejenis makanan yang dapat dimakan (?). Panggilan bakcang ini ada dalam beberapa bahasa salah satunya dialek Hokkian yaitu “Bakcang” ini. Bak dalam arti secara harfiah adalah “daging” sehingga bakcang sendiri terdiri dari nasi pulut, kacang kaleng, kuning telur asin, jamur, dan daging.

Meski umumnya menggunakan daging babi (maaf, non-Halal) tetapi akhir-akhir ini juga diinovasikan dengan berbagai daging lainnya. Khusus penganut vegetarian, terdapat juga bakcang yang diisi dengan daging palsu atau daging tepung. Tidak ketinggalan jamur dan kacang kaleng juga menjadi khas dari makanan ini.

Bakcang dibungkus dengan bentuk yang unik. Entah apa nama bentuk tersebut dalam bahasa Indonesia, namun bisa dilihat dalam gambar. Update: Bentuknya adalah limas segitiga atau istilah bocahnya, segitiga empat dimensi gitulah.

b406e978cace5ea0d1b8d6c98882a2d3.jpg

Nah, selain bakcang ada juga kicang, makanan ini hanya diisi dengan nasi pulut. Setelah direbus makanan ini akan di campur dengan sarikaya atau gula.

Perayaan Bakcang

Bakcang ini dibuat dalam merayakan Festival Duan Wu Jie (端午節) setiap tanggal 5 bulan 5 dalam kalender Chinese. Festival ini disebut juga Festival Twan Yang. Twan artinya lurus, terkemuka, terang, sedangkan Yang berarti matahari. Jadi festival Twan Yang adalah untuk merayakan saat matahari bersinar paling terang dan lurus yaitu pada siang hari tanggal tersebut.

Karena letak matahari tegak lurus, orang percaya telur ayam pun bila ditegakkan pada saat itu. Tidak heran di zaman sekarang, banyak orang yang pada hari itu memamerkan teur ayam yang dapat berdiri tegak lurus di akun media sosialnya. Sudah coba?

Penegakan telur ini bisa dilakukan di sepanjang hari Duan Wu atau pada hari Matahari sedang berada di “posisi istimewa” yaitu tepat di atas khatulistiwa. Kalau kamu belum coba dan mau mempraktikkannya, coba cari tempat yang rata dulu, kemudian cari posisi telur yang lonjong besar di bawah untuk memudahkan.

Fenomena ini dapat terjadi karena saat matahari memancarkan cahaya paling kuat, gaya gravitasi di tanggal ini adalah yang terlemah. Dan tidak heran pula telur ayam mentah pun bisa berdiri.

Selain makan bakcang juga ada perayaan mendayung perahu naga pada hari itu. Perlombaan-perlombaan perahu yang dihiasi gambar-gambar naga, tujuannya adalah untuk mengingatkan usaha mencari jenazah Qu Yuan.

Cara Makan Bakcang

Cara makannya sebenarnya gampang. Tidak perlu pisau dan garpu sebagaimana table-manner. Biasanya tinggal buka talinya, lepas pembungkusnya, dan tinggal Hap!

Karena bakcang mengandung lemak tinggi, biasanya dimakan dengan ditemani teh pahit panas. Untuk menetralisir lemak dan “katanya” biar mudah dicerna. (Kalau ada informasi lebih lanjut, komen di bawah ya)

Bakcang juga enak apabila dicampur saos sambal. Atau jika tidak, bisa dikasih gula atau bahkan krimer kental manis. Tergantung gaya dan kebiasaan orang. Pernah coba?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s