Mengapa Cewek Naik Motor Suka Sein Kiri Belok Kanan?

Judul di atas terlihat menyepelekan gender tertentu ya? Maaf deh itu hanya biar bombastis karena sebenarnya mau cewek dan cowok sama saja kok dalam hal ini. Cuma gue penasaran mengapa ya orang suka naik motor tapi sein kiri belok kanan dan sebaliknya?

Lupakan sejenak masalah teledor, bandel, ketidaksadaran, kebodohan, dan lain sebagainya. Namun ada satu masalah yang bisa dibilang asal muasal dari kekeliruan ini. Mari sejenak kita lihat foto-foto berikut.

speedometer-1

speedometer-2

speedometer-3

Suruh memilih bentuk mana yang paling keren? Bukan lah!

Atau melihat mana speedometer yang mudah dibaca? Apaan sih?! Bukan itu maksudnya.

Salah Speedometer?

Yup, ketiga speedometer itu adalah 3 varian sepeda motor matic entry level atau pemula yang paling “murah” dan paling banyak beredar di Indonesia: Suzuki Address, Yamaha Mio, dan Honda Beat.

Yang salah dari ketiga speedometer itu adalah lampu sein yang disatukan menjadi satu lampu indikator. Jadi ketika belok kiri maupun kanan, hanya lampu itu yang menunjukkan bahwa lampu sein sedang menyala.

Lantas kalau gitu, apa yang menjadi masalah?

Ketiga sepeda motor dengan harga yang paling terjangkau dan desain kecil tersebut cenderung menjadi sepeda motor pertama hampir setiap orang di masa sekarang. Apalagi remaja yang baru belajar mengendarai sepeda motor.

Nah, penyatuan lampu indikator sein itu secara tidak langsung membiasakan mereka untuk beranggap bahwa “Yang penting lampu sein nyala” tanpa memperhatikan lebih lanjut ke mana arahnya. Atau bahkan mereka mungkin sulit membedakan lampu sein kiri atau kanan yang sedang mereka nyalakan saat sedang berkendara.

Bandingkan dengan sepeda motor sejenis dengan harga menengah atau atas berikut:

speedometer-4

speedometer-5

speedometer-6

Justru sepeda motor dengan harga menengah ke atas, malah dilengkapi dengan indikator lampu sein yang lengkap dan terpisah antara kiri dan kanan.

Padahal secara logika, sepeda motor menengah ke atas tentu merupakan preferensi orang yang sudah matang berkendara atau upgrade dari motor sebelumnya.

Segmen ini tentu sudah lebih paham tentang kebiasaan menyalakan lampu sein dan lampu sein mana yang sedang dinyalakan (bahkan tanpa melihat speedometer sekalipun) dibanding orang yang baru pertama atau sedang belajar mengendarai sepeda motor sebagaimana segmen entry-level di atas tadi.

Inilah yang sampai saat ini membuat gue heran, apa dasar pabrikan menerapkan speedometer seperti itu? Menghemat ongkoskah karena harga motor entry-level yang lebih murah?

Alhasil jangan bertanya mengapa banyak orang yang suka mengendarai motor dengan lampu sein kiri dan beloknya ke kanan, maupun sebaliknya. Toh bisa jadi ini disebabkan karena kebiasaan mereka dari awal belajar dan mengendarai sepeda motor tanpa sadar atau “tanpa bisa” membedakan sein kiri dan kanan.

tombol-klakson

Tips Berkendara Aman

  1. Nyalakan lampu sein jika ingin berbelok saja.
  2. Matikan lampu sein apabila sedang lurus.
  3. Jika ragu sudah mati atau belum, selalu tekan tombol sein bagian tengah. Dengan menekan tombol tengah, otomatis posisi lampu sein selalu berada di off.
  4. Sama halnya dengan berbelok. Jika ragu arah mana lampu sein sedang menyala, geser beberapa kali ke arah yang diinginkan. Misalnya ingin belok kanan, geser tombol sein ke kanan beberapa kali untuk memastikan.
  5. Biar tidak lupa, selalu standby jempol di tombol sein, bukan di klakson.
  6. Ingat, sinyal lampu sein lebih penting daripada klakson. Gunakan klakson hanya jika dibutuhkan.

Semoga bermanfaat!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s