8 Serba-Serbi Angpao Sebelum Pergi “Bainian”

Mendengar kata “Imlek”? Yang tebersit dalam pikiran kita adalah angpao. Tidak salah kok, angpao memang menjadi salah satu tradisi dan ciri khas Imlek yang mungkin perlu elo ketahui.

Sebagian dari kita termasuk gue dan elo, mungkin suka “mencangkul” angpao ya? Mencangkul sendiri adalah bahasa kerennya berburu angpao ketika bainian (拜年)/ paicia atau berkunjung ke rumah saudara, teman, dan kerabat ketika Imlek. Istilah keren aja sih. Karena siap cangkul, akan panen deh. 😀

Namun elo perlu mengetahui beberapa informasi mengenai angpao sehingga elo lebih menghargai pemberian angpao dari orang lain. Angpao itu bukan sekadar meminta dan memberi, tapi menyimpan berbagai makna.

angpao-2

1. Amplop Merah

Angpao adalah dialek Hokkian dari hongbao (Mandarin). Hongbao sendiri berarti amplop merah. Sedangkan warna merah (红) atau hong memiliki makna kejayaan dalam tradisi dan budaya Tionghoa.

Jadi dalam tradisi Tionghoa, pemberian angpao sendiri adalah pemberian harapan dari orang yang memberikan kepada orang yang menerima. Harapan tersebut bisa dalam bentuk kejayaan dan kemakmuran baik di bidang jodoh, rezeki, karir, dan kesehatan.

Bentuk amplop merah sendiri sekarang sudah mengikuti perkembangan dan kreativitas zaman yang lebih bervariasi. Jika dulu hanya amplop polos, kini memiliki corak, kata-kata, gambar, dan simbol yang menunjukkan doa serta harapan.

2. Jumlah Uang

Angpao memang berisikan uang sebagai bonus dan bertujuan untuk memberikan kegembiraan tambahan kepada penerimanya. Namun bukan berarti besarnya nilai uang yang berada di dalamnya serta merta menunjukkan besaran harapan yang diberikan.

Angpao diberikan dengan nilai uang berdasarkan kemampuan dan keikhlasan dari pemberi. Tidak ada batasan tertentu untuk dinilai terlalu banyak dan terlalu sedikit.

Angpao umumnya diberikan dalam jumlah uang berkelipatan awal genap. Seperti misalnya 2000, 4000, 6000, 12000, 20000, dan seterusnya. Hal ini sudah berlaku turun temurun dan mewariskan tradisi, serta adanya anggapan bahwa nilai berkelipatan awal ganjil adalah uang yang diberikan ketika berduka.

3. Tidak Hanya Imlek

Angpao sendiri eksis dan tidak hanya diberikan pada saat Imlek. Tradisi Tionghoa sendiri menggunakan angpao sebagai bentuk syukuran ataupun hadiah pada saat bersukacita, termasuk pernikahan, kelahiran, selamatan, dan tahun baru sendiri.

4. Harus Sudah Menikah

“Bro, minta angpao dong?” kata temannya. “Tidak boleh,” tolak Ang Chai Tao secara tegas.

Ang Chai Tao bukannya pelit, tapi memang dalam tradisi Tionghoa, orang yang belum menikah tidak boleh memberikan angpao. Pemberian angpao oleh orang yang belum menikah, dianggap menjauhkan jodoh.

Jadi daripada teman elo kesal karena elo terus menagih angpao ke dia, lebih baik elo mengerti deh alasan dia gak mau kasih angpao.

5. Mirip Barter

Pada saat Imlek, pemberian angpao sebenarnya lebih mirip dengan barter dari orangtua keluarga yang satu dengan keluarga yang lain.

Dalam bainian (拜年)/ paicia, orangtua yang membawa anak-anaknya silaturahmi ke rumah saudara, teman, dan kerabat akan membawa buah tangan (seperti jeruk, manisan, dan sejenisnya) sebagai barter tanda terima kasih atas angpao yang diberikan.

Sebaliknya saat orang lain berkunjung ke rumah kita, mereka akan membawa buah tangan atas angpao yang orangtua kita berikan ke anak-anak mereka.

Ya meski terakhir gue lihat, tradisi ini memang agak sedikit merepotkan yang pelan-pelan mulai luntur dan digantikan pertukaran angpao kedua belah orangtua saja kepada anak-anak mereka.

6. Jangan Diintip

Seperti yang dikatakan di poin sebelumnya, nilai uang di dalam angpao yang diberikan hanyalah bonus atau tambahan yang diberikan dari si pemberi kepada penerima.

Jadi jangan pernah mengintip ataupun membuka angpao (terlebih di depan mata mereka) untuk mengetahui isinya. Mengintip, membuka, apalagi sampai membuang amplopnya dan hanya mengambil isinya akan dianggap sangat tidak sopan dan penghinaan bagi sebagian orang.

7. Memberi Ketika Mampu

Jika elo sudah menikah, sebenarnya tidak ada kewajiban elo harus memberi angpao ke anak-anak ataupun orang lain. Tapi jika menilik kebiasaan dan tradisi, memberi dan berbagi angpao ketika mampu dan sudah menikah dipercaya akan membawa berkah dan rezeki berlipat ke depannya.

Tak ayal jika rezeki dan berkah telah meningkat di tahun tersebut, orang-orang dapat meningkatkan nilai uang dalam angpao yang dibagikan. Tentu sebagai bentuk syukur dan rasa berbagi dengan harapan akan semakin dilipatgandakan di tahun-tahun mendatang.

8. Jangan Lupa Orangtua

Ketika kita sudah menikah, jangan melupakan angpao untuk orangtua. Meski juga bersifat tidak wajib, angpao yang diberikan kepada orangtua dapat menjadi sebuah doa dari anaknya dengan harapan orangtuanya diberikan kesehatan, umur yang panjang, dan kemakmuran.

Sebaliknya orangtua juga tetap dapat memberikan angpao kepada anaknya meski sudah menikah. Tentu dengan iringan doa dan keinginan agar anaknya menjadi semakin sukses, lancar rezeki, penuh berkah, dan senantiasa sehat selalu.

So, that’s all beberapa serba-serbi angpao yang perlu elo ketahui agar tidak salah kaprah ataupun salah tingkah ketika menerima dan memberi amplop merah ini. Hasta manana!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s