Tips dan Tricks Memilih Printer

Printer yang ada di pasaran banyak sekali macamnya. Ada perbedaan merek, model, tipe, bahkan jenis cartridge yang menjadi napas dan isi dari printer itu sendiri. Bingung memilihnya?

Dari anak sekolahan, anak kuliahan, dan bahkan dalam dunia pekerjaan, printer tidak lepas dari kebutuhan kita. Selama kertas masih ada, printer juga masih diperlukan untuk keperluan mencetak.Jadi jangan alibi kalau elo nggak butuh printer.

Mencetak di warnet atau percetakan? Sekilas memang lebih murah karena untuk sekadar print tugas sekolah mungkin bayarannya masih ribuan Rupiah. Ya, biasanya per lembarnya untuk cetak hitam-putih dikenakan biaya lima ratus perak dan warna sekitar seribuan. Namun bayangkan jika elo harus cetak makalah, karya ilmiah, atau bahkan skripsi yang penuh revisi? *curhat*

Membeli printer adalah solusi yang baik. Investasi awal mungkin terasa memberatkan tapi secara tidak langsung elo dapat lebih hemat dari segi waktu, biaya, dan tenaga.

Nah gue mau sekadar sharing bagaimana tips dan tricks memilih printer.

Jenis Printer berdasarkan Cartridge

Secara garis besar, printer rumahan, kantoran, atau sekolahan terdiri dari 3 jenis: Printer inkjet, printer laserjet, dan printer dot matrix. Sebenarnya ada juga printer thermal yang biasanya digunakan untuk restoran dan toko, namun ini tidak perlu dibahas.

1. Printer inkjet

Merupakan printer yang menggunakan tinta cair yang disemprotkan ke kertas dalam proses mencetaknya. Printer jenis ini menggunakan cartridge tinta yang dapat diganti atau diisi ulang. Biasanya terdapat 4 warna tinta utama yang dikombinasikan untuk menghasilkan berbagai warna lainnya.
Kelebihannya:

  • Printer memiliki harga yang relatif murah dan mudah dijumpai.
  • Terdapat banyak merek dan model dengan berbagai fitur maupun fungsi.
  • Cartridge yang mudah dicari, harga lebih terjangkau, dapat diisi ulang, dan tersedia modifikasi tinta infus yang lebih ekonomis untuk pencetakan jumlah banyak.
  • Warna dan kualitas hasil cetak yang baik.

Kekurangannya:

  • Repot karena harus sering mengganti cartridge atau isi ulang tinta jika habis (kemampuan satu cartridge sekitar 150 kali lembar cetak).
  • Tinta cair yang cenderung mudah luntur dan tidak tahan terhadap cuaca.
  • Sering terjadinya malfungsi karena kesalahan pengisian tinta, kebocoran, ataupun kesalahan perawatan.
  • Jika printer jarang digunakan, maka printer dapat tersumbat karena pengeringan tinta.

Cocok digunakan untuk kalangan dengan budget terbatas dengan pemakaian rutin, yang membutuhkan printer multifungsi dengan hasil cetak prima.

Saran: Usahakan selalu mencetak minimal seminggu sekali, lakukan pengisian ulang tinta dengan kualitas baik dan teknik yang benar.

2. Printer Laserjet

Jenis printer ini menggunakan serbuk atau toner sebagai bahan baku utamanya. Serbuk tersebut dipanaskan menggunakan teknik elektrostatis sehingga menempel di kertas.

Kelebihannya:

  • Jangka pemakaian toner yang jauh lebih lama (hingga 1.000 kali lembar cetak atau bahkan lebih) sehingga tidak perlu repot.
  • Kemampuan mencetak yang sangat cepat, banyak, dan tidak berisik.
  • Hasil cetak yang awet terhadap cairan maupun cuaca.
  • Lebih minim perawatan karena jenis tintanya adalah serbuk kering sehingga tidak ada risiko tersumbat dan hal lain yang menimbulkan gangguan hasil cetak.

Kekurangannya:

  • Harga printer mahal, apalagi printer laserjet dengan kemampuan mencetak warna.
  • Pemakaian listrik lebih besar dan menghasilkan panas.
  • Jika mengganti toner dengan cartridge asli, maka harganya lumayan mahal.
  • Produksi warna seperti pada foto tidak benar-benar akurat.

Cocok digunakan untuk kalangan yang tidak mau repot dan ribet dengan perawatan maupun tinta, serta membutuhkan printer dengan kecepatan cetak yang tinggi dalam volume besar.

Saran: Lakukan refill toner untuk menghemat biaya dibandingkan membeli cartridge baru. Printer ini selain digunakan untuk intensitas mencetak yang cepat dan sering, juga cocok digunakan untuk kalangan yang jarang mencetak tanpa perlu khawatir penurunan kualitas.

3. Printer Dot Matrix

Printer ini menggunakan jarum dan tinta berupa pita (ribbon) untuk mencetak. Jarum ini menekan atau menusuk pita sehingga warna di pita berpindah ke kertas. Terdiri dari versi 9 pin dan 24 pin. Semakin banyak pin, maka hasil cetak semakin bagus.

Kelebihannya:

  • Dapat digunakan untuk mencetak dokumen yang memiliki kertas rangkap atau tembusan.
  • Minim perawatan dan masa pakai yang lama.
  • Dapat mencetak di kertas komputer atau gulungan dengan ukuran tidak terbatas.
  • Harga cartridge pita yang murah, mudah disubstitusi, dan terjangkau.

Kekurangannya:

  • Hanya dapat mencetak monochrome (sesuai warna pita).
  • Suara yang berisik karena proses penekanan jarum di pita.
  • Fitur, resolusi, dan kemampuan mencetak grafis yang rendah.
  • Pilihan printer yang terbatas dan harga printernya tidak murah.

Cocok digunakan untuk kantoran atau kebutuhan mencetak kertas komputer dan rangkap. Minim perawatan dan penggantian cartridge karena cartridge pitanya sendiri dapat digunakan secara terus menerus hingga hasil cetaknya memudar.

Saran: Untuk mencetak dalam bentuk teks saja, maka printer dot-matrix 9 pin dapat dijadikan pilihan. Namun jika disertai grafis, maka pilihan 24 pin lebih baik.

Merek dan Tipe Printer

Merek printer yang beredar sangatlah banyak di pasaran. Merek yang familiar seperti HP, Epson, Canon, Fuji Xerox, Brothers, dan juga merek-merek yang asing seperti Fujitsu, Panasonic, Samsung, LG, OKI, dan lainnya.

Kalau untuk merek, tipe, dan model printer, gue tidak bisa memberikan arahan secara spesifik. Mengapa demikian? Karena preferensi setiap orang berbeda-beda dalam memilih. Ada sebagian orang atau kalangan yang mengutamakan merek kesukaannya, ada yang mementingkan fiturnya, ada yang melihat harganya, ada yang menilai ketersediaan service center-nya, dan ada juga yang memperhatikan ketersediaan spareparts-nya. Jadi gue akan share berdasarkan pengalaman saja.

1. Hemat tidak hanya di awal

Secara garis besar, pertama gue cuma menyarankan membeli printer yang tidak hanya hemat di awal. Dalam artian jangan tergoda harga jual unitnya yang murah namun biaya perawatan, cartridge, dan suku cadangnya menjadi lebih mahal. Canon biasanya memiliki harga printer yang murah namun jika melakukan penggantian cartridge, harganya hampir mencapai setengah dari harga unit printer barunya.

2. Kelengkapan fitur dan fungsinya

Kedua, perhatikan fungsi dan pengaturan fiturnya. Untuk fitur, printer Canon cenderung lebih lengkap dengan fungsi dan pengaturan yang dapat dikustomisasi melalui komputer. Sedangkan Epson lumayan baik dan tidak kalah dengan Canon.

Namun berdasarkan pengalaman gue, yang agak ribet dalam fungsi dan pengaturan adalah HP. Di beberapa tipenya HP, pengaturan printernya sangatlah sederhana bahkan untuk membuat custom size ukuran kertas tidak bisa sama sekali. Sehingga di Indonesia yang terdapat penggunaan kertas berukuran Folio (F4), tidak dapat diterapkan sama sekali di HP.

3. Daya dan kemampuan mencetak

Jika printer laserjet, berbagai merek hampir sama akan daya dan kemampuan mencetak. Namun untuk printer inkjet, maka pilihlah printer dengan daya penyimpanan cartridge yang besar sehingga lebih efisien dan tidak direpotkan dengan penggantian maupun isi ulang tinta.

Printer HP lebih unggul di sektor ini. Teknologi Ink Advantage-nya membuat satu cartridge tinta aslinya mampu mencetak hingga 1.500 halaman *syarat dan ketentuan berlaku*. Harga cartridge barunya juga paling murah di antara yang lain.

Kemudian Epson juga tidak kalah digdaya dengan ink tank bawaannya yang sangat besar bahkan cukup untuk mencetak dalam jumlah banyak dengan berim-rim kertas sekalipun.

Untuk Canon, satu cartridgenya hanya mampu mencetak 150 hingga 300-an halaman kertas. Sedangkan harga cartridge tinta Canon seperti yang gue dikatakan di atas adalah yang paling mahal. Jalan keluarnya adalah memaksimalkan isi ulang tinta dengan metode suntikan. Tentu sangat repot.

4. Service center dan ketersediaan spareparts

Yang namanya barang elektronik itu nasib-nasiban. Kalau lagi baik, produknya akan awet dan lancar jaya. Sedangkan pada saat tidak, ada saja cara untuk rusak. Kena petir misalnya seperti kasus gue.

Untuk itulah perlu memperhatikan merek printer yang memiliki dukungan purna-jual atau istilah kerennya after-sales service yang memadai. Service center resmi terdekat di tempat tinggal kita bisa menjadi solusi atau setidaknya terdapat pihak yang dapat mengatasi jika muncul permasalahan.

Tidak ketinggalan juga memperhatikan ketersediaan spareparts atau suku cadang jika misalnya terjadi kerusakan. Bayangkan meski terdapat service center resmi, kadang ada saatnya untuk komponen atau spareparts tertentu tetap mesti melakukan inden dan memesan ke negeri antah-berantah yang memakan waktu lumayan lama. Akan sangat mengganggu, bukan?

5. Model dan Bentuk printer

Inilah yang bisa dimasukkan dalam kriteria terakhir untuk memilih. Jika semua hal yang gue sebut di atas sudah mengarahkan elo ke pilihan printer tertentu, maka model dan bentuk printer dapat dijadikan tambahan pertimbangan.

Walaupun tidak mutlak dan signifikan, model dan bentuk printer tetap membawa pengaruh. Pilih yang sesuai selera dan senada dengan dekorasi ruangan tempat printer akan diletakkan.

Jika konsepnya adalah minimalis, maka printer wireless bisa dijadikan opsi sehingga tidak ada kabel berceceran. Jika suka yang fancy dan colorful, maka printer dengan desain-desain berwarna cerah layak dipilih. Sedangkan jika akan diletakkan di tempat serius misalkan di kantor, printer-printer berdesain elegan dan profesional dapat diandalkan.

So, bagaimana? Sudah menentukan pilihan? Semoga saja tips dari gue ini dapat bermanfaat. Kalau pilihannya tepat, disyukuri saja dan jika tidak, jangan salahkan gue dong ya. Hasta manana! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s