Unboxing dan Hands On Lenovo Tab 2 A7-30

Gue kedatangan tablet Lenovo dengan nama Tab 2 A7-30. Tablet dengan harga berkisar Rp1,3 jutaan ini memiliki spesifikasi yang bisa dibilang memadai di kelasnya dengan nama besar Lenovo. Bagaimana impresinya?

Lenovo Tab 2 A7-30_16

Tablet Budget yang Lumayan Greget

Spesifikasinya terbilang baik untuk harga di kelasnya apalagi menyandang merek Lenovo yang terus menanjak sejak berhasil mengakuisisi salah satu pionir produsen komputer IBM. Jika kita membeli tablet lain dengan harga Rp1,3 jutaan biasanya “hanya” akan mendapatkan merek-merek lokal seperti Mito, Advan, Evercoss, dan lainnya. Kalau pun ada merek yang mendingan, adanya versi Wi-Fi only tanpa kemampuan seluler.

Lenovo Tab 2 A7-30_1

Tab 2 A7-30 hadir dengan kemampuan seluler berupa satu slot SIM card berukuran standar (mini SIM) berdampingan dengan slot memori eksternal microSD. Akses datanya mendukung hingga kecepatan HSPA. Prosesornya sendiri adalah MediaTek MT8382M Quadcore dengan kecepatan 1.3Ghz, dipadukan dengan GPU Mali-400MP4. Internal ROM perangkat ini untuk versi Indonesia hadir dengan ruang 8GB dan RAM-nya sendiri sebesar 1GB.

Lenovo Tab 2 A7-30_5

Pas tablet ini datang, gue agak kaget dengan ukuran boks-nya. Tablet 7 inch ini datang dengan boks yang kecil dan kompak. Bisa dibilang ukuran boksnya pas-pas untuk menampung ukuran tablet ini. Ukuran tablet ini sendiri relatif kecil dan muat dalam genggaman tangan karena desain bezelnya yang tipis.

Lenovo Tab 2 A7-30_22

Paket penjualan tablet ini minimalis sebagaimana gadget dengan budget terbatas yang kita beli di era sekarang. Dalam boks selain unit yang gue unboxing kali ini berwarna hitam, ada juga adaptor travel charger dengan output 1.0A, microUSB cable, dan beberapa lembar dokumen (termasuk kartu garansi Lenovo Indonesia).

Lenovo Tab 2 A7-30_23

Pengalaman gue sebelumnya dengan merek lokal, travel charger maupun kabel yang diberikan memiliki build quality yang ala kadarnya. Namun Lenovo tidak karena charger adaptor dan kabel bawaannya terasa solid dan boleh lah.

Lenovo Tab 2 A7-30_6

Setelah unboxing selesai dan sudah cekrek-cekrek *suara jepret foto kekinian*, langsung saja gue first boot. Tidak lama kemudian langsung muncul wizard sebagaimana device baru. Pilih bahasa, connect ke Wi-Fi, masukkan Google account, dan voila!

Lenovo Tab 2 A7-30_12

Muncul pop-up untuk update OS Android dari Kitkat menuju Lollipop. Gue skip-skip dulu untuk melihat sekilas bagaimana UI pas masih versi Kitkat.

Lenovo Tab 2 A7-30_32

Impresi pertama secara keseluruhan adalah tablet ini lumayan greget untuk penikmat dengan budget kisaran Rp1 jutaan. Bodynya kokoh, ukurannya yang kompak sehingga tidak terlihat aneh apabila digunakan untuk menelepon sekalipun. Layarnya juga responsif walau tidak dilindungi lapisan proteksi apapun semisal Gorilla Glass. Jadi biar aman, mau tidak mau elo mesti beli screen protectornya meski cukup butuh upaya untuk dicari.

Lenovo Tab 2 A7-30_17

Kameranya standar banget jika tidak mau dibilang jelek. Kamera utama 2 MP yang bersifat fixed focus dan kamera sekunder yang masih VGA. Ya, yang penting ada deh untuk sekadar mengabadikan momen atau Skype-an sama mantan pacar.

Setelah sedikit mengeksplorasi, kemudian gue langsung tancap melakukan proses update ke firmware versi terbaru yang berbasis Android Lollipop tersebut. Sisa baterai 48% namun hajar saja deh. Agak was-was juga sih karena prosesnya terbilang cukup lama dari proses downloading hingga install *padahal koneksi internet sudah 6Mbps*. Kurang lebih sejam-an deh.

Lenovo Tab 2 A7-30_28

Lama memandang robot hijau dengan perut bergerigi yang berputar-putar, akhirnya kelar deh. Ya meski gue sempat berpaling ke arah lain dan tidak melihat bagaimana proses finishing boot-nya.

Alhasil kesan gue akan Android Lollipop di Lenovo Tab 2 A7-30 itu smooth banget kayak paha JKT48 *bukan mesum, cuma pengumpamaan saja*. UI dan UX-nya menjadi ringan tanpa ditemukan lagging berarti meski spesifikasinya terbilang kategori low.

Lenovo Tab 2 A7-30_29

Cuma gue kesalnya adalah aplikasi BBM yang entah mengapa, notifnya baru bisa masuk kalau layar dalam keadaan on. Sekali dilock, status BBM di atas akan menunjukkan “no connectivity” padahal Wi-Fi dan jaringan seluler sedang terkoneksi. Sudah gue ubek-ubek dan utak-atik ke sana dan ke sini, tidak membuahkan hasil. Dicari ke internet, masalah yang sama juga terjadi dengan Oppo namun ada solusinya. Untuk Lenovo, gue belum menemukan solusinya hingga tulisan ini gue ketik dengan serius.

Lenovo Tab 2 A7-30_34

Kesimpulannya, perangkat ini cocok buat kamu yang berbudget terbatas yang menginginkan tablet untuk sekadar mendengar musik, browsing, nonton film, YouTube, buka sosial media, dan atau sekadar bermain COC. Performanya tidak mengecewakan. Sejauh ini gue puas dan maklum dengan segala keadaannya dengan harga yang ada, kecuali masalah BBM itu. Semoga ada yang tahu solusinya dan jangan lupa komen di bawah ya.

Hasta manana!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s