Unboxing and First Impression Samsung Galaxy S6 Edge

Kali ini gue dapat kesempatan untuk melakukan unboxing dari unit baru yang masih perawan ting-ting, sebuah smartphone flagship dari negeri ginseng yang sempat memegang gelar kamera terbaik. Ini dia Samsung Galaxy S6 Edge!

Samsung Galaxy S6 Edge Box

Kotaknya kecil, kompak, dan tidak banyak ruang kosong. Desain kotaknya sendiri sekarang berwarna putih dan simple, gak seperti seri-seri S sebelumnya yang bernuansa kayu dan recycleable.

Samsung Galaxy S6 Edge Specification

Saat disilet plastiknya, terus gue buka kotaknya, sempat agak gemetaran juga sih, smartphone yang di salah satu situs retail ponsel online dijual seharga Rp11.499.000 ini memiliki isi paket penjualan yang standar untuk masa sekarang.

Samsung Galaxy S6 Edge

Dalam box-nya ada device, fast charger adaptor, USB/ charging cable, earphone, earbuds, sim tray ejector, dan beberapa lembar dokumen. Semuanya berwarna putih, kecuali S6 Edge-nya yang kali ini berwarna gold dengan kapasitas 64GB.

Samsung Galaxy S6 Edge Unboxing

Saat dibuka, wah! Device flagship vendor Korea ini terlihat begitu mewah. Warna emasnya memancarkan pesonanya. Bisa dibilang, mulai seri S6, Samsung sudah mulai tobat dengan material plastik ala kadarnya. Setidaknya saat gue pegang S6 Edge ini, materialnya terasa premium dan solid.

Catatan: Karena gue sedang tidak membawa kamera pada saat unboxing, foto-foto yang ditampilkan di atas hanya ala kadarnya. Namun biar elo semua jelas, gue caplok beberapa foto dari PhoneArena dengan model berwarna putih.

Saat dipegang terasa agak berat, meski tidak seberat beberapa flagship vendor lain. Smartphone ini didesain unibody yang berarti cover belakangnya tidak bisa dibuka. Material cover belakangnya sendiri terbuat dari kaca yang harus sering-sering dibersihkan.

Untuk memasukkan kartu, slotnya terletak di bagian atas berdampingan dengan infrared port yang dibuka menggunakan ejector. Jenis kartunya adalah nano SIM yang berarti elo harus potong lagi jika sebelumnya menggunakan mini SIM atau micro SIM. Tidak ada kemampuan mengupgrade kapasitas penyimpanan dengan memori tambahan di sini.

Di bagian bawah device, terdapat jack audio 3.5mm, port microUSB, dan lubang speaker. Sedangkan di sisi kiri terdapat tombol volume dan di sebelah kanan terdapat tombol power/ lock.

Di depan bagian atas terdapat kamera depan 5 megapiksel, lampu notifikasi, earpiece, sensor proximity, dan sensor cahaya. Di tengah membentang layar super AMOLED dengan ukuran 5,1 inch. Di bawahnya ada tombol capacitive untuk menu dan back, serta ada home button yang merangkap sebagai sensor fingerprint.

Balik ke belakang, tampil polos dengan kamera utama 16 megapiksel yang disertai optical image stabilizer dan lampu flash. Tidak ketinggalan sensor detak jantung untuk mendukung aplikasi S Health.

Setelah kagum dengan desainnya, gue merasa kagok dan ribet juga dengan layar melengkungnya. Mengapa? Susah dipegang! Ya, layar di sisi kiri kanan membuat area kita untuk menggenggam smartphone ini semakin kecil dan berakibat layar mudah disentuh secara tidak sengaja. Agak merepotkan memang.

Coba gue booting untuk pertama kalinya, kesannya WAH dengan layarnya. Layar super AMOLED Samsung memang terkenal dengan warnanya yang sangat tajam. Indah sih, namun jika terlalu lama dipandang mengakibatkan mata menjadi cepat lelah.

Tidak heran karena S6 Edge dibekali layar beresolusi sangat tinggi 1440 x 2560 pixels dalam ukurannya yang “hanya” 5,1 inch. Jadi kerapatan pikselnya membengkak menjadi 577 ppi (pixels per inch). Layarnya dilindungi oleh Gorilla Glass generasi keempat.

Gue penasaran dengan kameranya karena banyak review situs lain mengatakan kameranya terbaik dan segala macam. Trus gue coba dan memang iya sih. Sangat bagus untuk ukuran mobile photography. Produksi warnanya tajam dan jernih *yang bisa dipengaruhi ke-lebay-an layarnya juga sih*.

Kemudian untuk dalemannya, ya sebelas-dua belas dengan Samsung Android yang lain. Tidak perlu banyak bahaslah ya. Bosen. Oh ya, beberapa Microsoft apps sudah terpasang secara bawaan di perangkat ini meski OS-nya sendiri adalah Android dari Google.

Sekian first impression dan unboxing dari gue. Ada beberapa gadget lagi sih yang siap dikupas juga proses “pembukaan boks” dan impresi pertamanya. Hasta manana!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s