Sarapan di Restoran Waralaba yang Konon Kekinian, Tapi Kok…

Setelah berenang di hotel yang klasik dan autentik, saatnya kita pergi mencari makan. Biar cepat karena ada Yiva yang sedang buru-buru sesak ke wc, kita mampir ke restoran yang sedang “kekinian”.Yap, seperti kata Marlin, restoran waralaba ini baru-baru hot di kota Pekanbaru. Padahal sebenarnya sih, diluar Pekanbaru restoran ini sudah termasuk biasa bahkan bisa membuka cabang yang sangat banyak di satu kota. Marlin memesan paket breakfast gitu deh, berhubung katanya sih dia biasanya makan makanan yang ringan doang untuk sarapan seperti roti pake selai gitu. Rasanya sok ke-barat-an gitu ya makan roti tiap pagi *kemudian gue dibully Marlin*. Nah, isi paketnya ini ada burger, terus kentang yang dihancurin lalu di goreng (iya, gue lupa namanya, maafin.) plus minuman susu atau kopi deh kalo ga salah. Dan iya, burger nya ga gue sebut burger apa, soalnya pas gue tanya Marlin dia makan burger apaan, dia jawab “Gatau ya, lupa.”. Yah gue maklumin aja sih, berhubung gue orangnya baik.

img_0254

Karna ga tahan liat menu nya, Jece dan Yiva ikutan beli es krim dengan topping choco. Kesimpulannya, mereka bertiga asik makan lalu lupain gue, iya gitu. Bercanda, gue juga ada comot-comot kentang hancur nya si Marlin dan gue kebetulan juga ada pesen Iced Lemon Tea. By the way, untuk segi pelayanan restoran ini masih terbilang kurang. Kemaren Marlin mau minta gula buat kopi nya, eh mba’nya bilang kalo gulanya udah abis. Gue juga pengen pesen french fries, lah mba’nya bilang karna belum jam 11, french fries nya belum ada. Padahal kemaren pas kami lagi pesen, jam menunjukkan pukul 10.24. Sedih. Pelayanannya masih kurang mungkin karena masih terhitung trainee kali ya para pekerjanya, plus karena masih fresh baru buka terlalu kuwalahan menghadapi pelanggan yang sekali datang sekampung ramenya.

Jadilah kami bertiga duduk di bagian outdoor lantai 2 sambil melihat pemandangan sekitar. Pemandangannya cuma mobil dan motor lewat di jalan, lalu bangunan-bangunan gitu aja sih. Tapi, di sepanjang perbatasan jalan, ada pohon-pohon yang lumayan tinggi juga.

img_0255

So next, gue and the gang langsung cuuss ke rumah Yiva. Gadis kecil satu ini emang agak susah diajak keluar karena harus menjaga toko di rumahnya. Aneka Foto, di Jl. Nangka; dateng ya guys kalo kalian mau cuci foto, atau mau jadi foto model? Disini tempatnya! *kemudian Yiva kesenangan karna di promosiin tokonya* *atau dia biasa aja, maybe?*

Yah, gue, Marlin dan Jece ga terlalu lama berada di rumahnya Yiva. Hal ini dikarenakan awalnya mama gue yang memesan cha mie alias mie goreng ala orang Tionghoa. (tapi di endingnya, mama gue membatalkan pesanannya.). Sejenak kami masuk terus duduk-duduk, dan sambilan gue nge-check hasil foto dan video dari Xiaomi Yi punya si Marlin. Dan guys, gue peringatkan sama kalian; hati-hati kalo mau jalan sama Marlin. Dia punya kebiasaan buruk pas jalan rame-rame, yaitu……..kumpulin aib orang, iya aib *gue mah tersenyum pahit saja*. Pas dia ambil aib-aib gue, Jece plus Yiva, ada kalanya kami sadar dan ada kalanya kami tak sadar. Tapi keseringannya gak sadar sih. Btw, walaupun gue sadar sama aib gue yang udah keambil sama Marlin, gue gak bisa ngapa-ngapain gitu loh. Secara, gadget yang digunakan sama Marlin, GUE GAK NGERTI CARA PAKENYA. Bayangin aja, sekali hangout sama kami bertiga, Marlin bisa bawa 3 smartphone, 1 iPad dan 1 Xiaomi Yi yang bentuknya mirip sama GoPro. Aib gue kesimpan ga tau dah di hp yang mana satu, belum lagi password nya beterbaran di setiap hp nya *tersenyum pahit lagi*.

Hmm, gue rasa gue udah cukup sih mengetik di episode blog kali ini. Kalo ada yang salah bahasanya, atau mungkin dikira kasar, maafin gue ya guys. Episode kali ini namanya ‘mengetik cepat’ karena gue memaksa otak gue untuk beride menulis blog ini, dan jadilah episode ‘Kelanjutan Petualangan para Desaints’ dalam waktu kurang lebih 1 jam. See you guys, 안녕! (perlu di translate guys? Oke, itu bacanya annyeong, dalam bahasa Korea artinya ‘sampai jumpa’.)

(Kalian harusnya udah tau sih siapa yang mengetik di episode kali ini. Tapi, karna gue takut gak dikenal, mari kita ulang. Author di episode ini gue, Vanvan.)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s