Menikmati Suasana Kolam Renang yang Klasik dan Autentik

Minggu pagi yang cerah, didasari semangat menggebu untuk eksis yang dimulai dari pembuatan vlog secara tidak sengaja beberapa hari sebelumnya, gue Marlin, dengan adik-adik mulai dari Vanvan, Jece, dan Yiva kembali berniat membuat vlog “random” untuk diupload ke YouTube. Dipilihlah salah satu hotel tertua di Kota Pekanbaru ini. Inilah pengalaman kami.

Pukul 04.50 WIB, grup DESAINTS di Line sudah mulai beep beep meribut yang dimulai dari sosok Yiva yang bangun duluan. Janjiannya sih jam 06.00 pas. Tapi pada bangun duluan biar ga ngaret. *tumben*

Gue kembali bertugas menjadi sopir, menjemput adik-adik yang tinggalnya berserakan dari utara hingga selatan kota yang sedang berada di musim hujan ini. Alhasil, tanpa mandi *sssttt, yang lain pada ga tahu soalnya* gue segera berangkat ke rumah Vanvan yang paling dekat Jalan Riau. Jam 06.02 udah sampai di depan gerbang.

Ditungguin, eh lama banget dandannya. Mau klakson segan karena langit masih gelap. 12 menit baru keluar dianya dengan tentengan tas sebesar emak-emak yang habis borong dari Pasar Bawah.

 Langsung tancap ke rumah Yiva yang tinggal di Jalan Nangka. Jalanan masih kosong, sooo… Top speed 100 kayaknya ada. Ga berani lebih karena jalanan di sini aspalnya kurang mulus. *alibi*

Niatnya mau ngerjain Yiva biar kaget karena tiba-tiba sudah sampai depan rumahnya. Pas sampai, langsung gue telepon. Responnya apa tahu gak? “Oh, oke,” langsung end call. Kuciwa dah!

Sudah keluar langsung lari ke rumah Jece di Kuantan. Ada seorang bapak-bapak bawa motor yang kayaknya baru bangun, jadi nyawanya belum terkumpul semua. Ciiiittt, hampir insiden. Untung ga kenapa-napa. Tiba, langsung deh kembali ke Jalan Riau lagi *serasa mau balik rumah*


Masuk ke hotel yang konon salah satu tertua dan pernah memegang gelar gedung tertinggi di kota ini pada zamannya. Tidak perlu sebut namanyalah ya, tidak baik. Gedungnya tampak luar sudah direpainting dan renovasi. Sudah modern. Namun pas masuk, belum banyak perubahannya. Suasana masih klasik dan autentik khas zamannya.

Pukul 07.10 kita sudah sampai, langsung ke receptionist untuk mendaftar (atau membeli tiket) akses ke kolam renang. Dan ternyata, kolamnya baru buka jam 08.00.

Mau balik, tanggung. Tapi karena tiketnya boleh beli dulu, langsung saja jalan ke lorong-lorong untuk akses menuju kolamnya. Toh mau buat vlog, ya ini waktunya.

 Lorong-lorongnya sendiri gelap dan agak angker gitu ya. Mengapa ya lampu mesti dimatikan semua? Hemat ya minimal tetap ada penerangan dong. Untung lorongnya ga panjang-panjang banget.

Sesampai di area kolam, suasana segar terasa. Ada petugas yang masih sibuk membersihkan kolam. Ya kita segera duduk di meja-meja yang banyak tersedia dan masih kosong sehingga leluasa untuk dipilih.

Ketemu spot yang bagus, langsung deh Vanvan ngebet meminta gue mengeluarkan alat-alat perang untuk vlogging. Yoi, why not dan langsung deh.

Untuk vlogging berjalan lancar *eh, engga juga sih, masih baru jadi masih random topiknya dan kadang nge-blank*. Nanti kita upload di YouTube. Tungguin ya.

 Sejam lebih, tamu hotel mulai berdatangan. Kolam dibuka dan adik-adik gue turun ke kolam. Lah gue? Karena status sopir, ya jaga aja di pinggir kolam. 😂

Secara umum, kolamnya lumayan bersih dan sudah tidak sebesar dulu. Oh ya, sedikit flashback, dulu pas gue kecil (mungkin 10 tahunan yang lalu), kolam renang ini besar dan ada dua buah yang terpisah antara dewasa dan anak-anak. Sekarang sudah diperkecil, menyatu, dan hanya diberi sekat antara kolam dewasa dam anak-anak. Diperkecil karena lahannya dijadikan bangunan ballroom kali.

Overall, menikmati hari Minggu di sini lumayan lah. Klasik, autentik, namun tetap asyik. Kolamnya tidak begitu ramai, dan kebanyakan anak-anak yang belajar renang dari instruktur di sana.

 Tiket kolamnya sendiri seharga Rp50,000 (hari Minggu) termasuk sarapan dan minuman. Sarapannya terbatas hanya ada pilihan nasi goreng, mie goreng, dan kwetiau kalau tidak salah ingat. Sedangkan minumannya ada teh, kopi, dan satu lagi lupa. So-so lah untuk ukuran hotel kalau dilihat.

Siap mandi, makan ala brunch (breakfast + lunch), siap pulang deh. Oh ya, gue belum makan. Iya, mereka bertiga saja yang berenang jadi mereka bertiga juga yang dapat makan. Terpaksa deh harus temenin gue cari makan dulu. Lapaaarrr. Biar cepat dan ga perlu banyak pikir, kita ke salah satu restoran waralaba yang sedang hot karena baru dibuka kembali di kota ini.

 Bagaimana ya di sananya? Next article deh. Capek ngetiknya. Hasta manana!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s